Tampilkan postingan dengan label Desain dan Analisis Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain dan Analisis Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan

VMWare dan BackTrack

 Pertama-tama agar tidak mengganggu sistem operasi anda instal dulu VMware pada komputer anda

VMware dan cara mengistallnya.

VMware Workstation adalah sebuah perangkat lunak mesin virtual untuk arsitektur komputer x86 dan x86-64 dari VMware, sebuah bagian dari EMC Corporation. Perangkat lunak ini digunakan untuk membuat banyak x86 dan x86-64 komputer virtual dan digunakan secara simultan dengan sistem operasi yang digunakan. Setiap mesin virtual tersebut bisa menjalankan sistem operasi yang dipilih, seperti Windows, Linux, varian BSD dan lain sebagainya. Dalam arti yang sederhana, VMware workstation bisa menjalankan banyak sistem operasi secara simulatan dengan menggunakan satu fisik mesin.
Versi yang telah diluncurkan

01-11-2001 – VMware rilis Workstation 3.0.
09-04-2002 – Workstation 3.1 diluncurkan saat Microsoft Tech-Ed 2002
23-03-2003 – Workstation versi 4.0 diluncurkan.
05-04-2004 – VMware mengumumkan rilis Workstation versi 4.5.
11-04-2005 – Workstation versi 5.0 diluncurkan.
12-09-2005 – VMware pembaruan Workstation ke versi 5.5.
09-05-2007 – VMware rilis Workstation versi 6.0.
23-09-2008 – VMware rilis Workstation versi 6.5.0
21-11-2008 – VMware rilis Workstation versi 6.5.1
31-03-2009 – VMware rilis Workstation versi 6.5.2
20-08-2009 – VMware rilis Workstation versi 6.5.3
26-10-2009 – VMware rilis Workstation versi 7
29-01-2010 – VMware rilis Workstation versi 7.0.1

Setting Virtual Virtual Mesin(VMware)

a. Setting Virtual mesin di PC komputer
b. Koneksikan dengan jaringan melalui Acses Point (dalam hal ini Linksys)
c. Settinglah IP PC Komputer virtual (Misalnya: ifconfig eth0 192.168.1.2)
d. Chek kompter yang aktif beserta MAC Addressnya yang berada dalam jaringan. (Misalnya ping 192.168.1.102)

Berikut perintah-perintah yang di masukkan:

ip config/ all —->(windost, host, mac address, Ip address)

nmap – Sp 192.168.1.1 -254 –> untuk menchek host yang konek

nmap -0 192.168.1.1 -254

nmap -OS 192.168.1.1 -254

starx –> perintah untuk merubah linux dengan tampilan grafik

lalu lakukan login dengan cara: telnet_IPsendiri –> masuk (inputkan username dan password). 

Pelajari Backtrack dan gunakan sesuai kebutuhan anda ..




BackTrack 4 R2 - BackTrack merupakan distro ringan kaya fitur terutama aplikasi yang berhubungan dengan pengujian keamana sebuah sistem. Bagi para hacker,
BackTrack tentu sudah tak asing lagi. Ia merupakan sekumpulan perangkat yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Versi terbaru distro yang dekat dengan Knoppix dan Slax ini adalah Backtrack 4 R2 yang dirilis pada 22 November tahun lalu. Offensive Security memaketkan BackTrack 4 R2 bersama kernel Linux 2.6.35.8, lingkungan desktop KDE 3.5, web browser Mozilla Firefox 3.0.15 dan paket aplikasi pengujian keamanan yang dapat kami sebutkan diantaranya Inguma 0.1.1, Saptyo 0.99, SET 2.0, Fast-Track 4.0, Foremost 1.5.7, Magic Rescue 1.1.5, RarCrack! 0.2 dan masih banyak lagi lainnya.

Bagi Anda yang berminat menginstal BackTrack 4 R2, silahkan ikuti panduan gambar berikut. Panduan menginstal BackTrack 4 R2 ini kami sajikan semudah mungkin dengan harapan bagi pemula yang ingin mengikuti cara instalasi BackTrack 4 R2 ini tidak mengalami kesulitan.

Persiapkan perangkat yang dibutuhkan, installer BackTrack 4 R2 dapat Anda download melalui
www.backtrack-linux.org. Bagi pemula kami sarankan untuk menginstal pada sebuah hardisk kosong, sehingga risiko kehilangan data atau file-file penting dapat dihindari jika terjadi kesalahan.

Masukkan Installer Backtrack 4 R2 ke dalam CD/DVD drive lalu restart komputer dan atur BIOS agar menggunakan media CD/DVD sebagai perangkat booting pertama.

Pada menu yang ditampilkan, silahkan pilih mode apa yang ingin Anda gunakan. Pada contoh ini kami meilih opsi kedua "Start BackTrack FrameBuffer (800x600)"...







Selanjutnya Anda akan dibawa menuju ke command prompt, ketik "startx" tanpa tanda kutip lalu tekan enter untuk menjalankan desktop mode grafis...




Jalankan instalasi dengan cara mengkik "install.sh" yang terdapat di sudut kiri atas desktop BackTrack 4 R2. Pilih tempat dimana Anda tinggal lau tekan tombol "Forward" untuk melanjutkan...



Pada pilihan keyboard setting, lanjutkan saja dengan menekan tombol "Forward". Pada halaman "Prepare disk space" plih opsi kedua "Manual" untuk menyusun partisi secara manual...






Dalam contoh ini, hardisk yang kami gunakan dideteksi sebagai /dev/sda, silahkan sesuaikan dengan hardisk yang Anda gunakan dideteksi sebagai apa (/dev/hda, /dev/hdb, /dev/hd0, /dev/hd1 atau yang lainnya). Pilih hardisk tersebut lalu tekan tombol "New partition table" jika hardisk yang digunakan masih baru atau belum pernah dipartisi sebelumnya. Jika ditampilkan jendela konfirmasi, tekan tombol "Continue" untuk melanjutkan..


.


Pilih pada "free space" lalu tekan "New partition" untuk membuat partisi "swap". Pada jendela "Create partition", pilih "Primary" pada opsi "Type for the new partition", masukkan besarnya kapisitas partisi swap yang ingin Anda gunakan pada opsi "New partition size..." dalam satuan megabytes, pada contoh ini kami memasukkan nilai 1024 (kurang lebih 1GB). Pada opsi "Use as" pilih "swap area" lalu klik tombol "OK".   


.


Pilih pada "free space" lalu tekan "New partition" untuk membuat partisi "/". Pada jendela "Create partition", pilih "Primary" pada opsi "Type for the new partition", masukkan besarnya kapisitas partisi "/" yang ingin Anda gunakan pada opsi "New partition size..." dalam satuan megabytes, pada contoh ini kami memasukkan nilai 10000 (kurang lebih 9GB). Pada opsi "Use as" pilih "ext3 jurnaling file system", pada opsi "Mount point" pilih "/" lalu klik tombol "OK"..    


.


Pilih pada "free space" lalu tekan "New partition" untuk membuat partisi "/home". Pada jendela "Create partition", pilih "Primary" pada opsi "Type for the new partition", masukkan besarnya kapisitas partisi "/home" yang ingin Anda gunakan pada opsi "New partition size..." dalam satuan megabytes, pada contoh ini kami memasukkan nilai 10446 (kurang lebih 10GB). Pada opsi "Use as" pilih "ext3 jurnaling file system", pada opsi "Mount point" pilih "/home" lalu klik tombol "OK"...

   

Semua partisi yang dibutuhkan telah siap, tekan tombol "Forward" untuk melanjutkan...


Pada halaman "Ready to install" pastikan "Boot loader" diinstal pada MBR hardisk pertama yang Anda gunakan dengan cara mengkik tombol "Advanced..", pada contoh ini kami memilih "/dev/sda" karena hardisk kami dikenali oleh BackTrack 4 R2 sebagai sda. Klik "Install" untuk melanjutkan instalasi...


Tunggunlah hingga proses instalasi diselesaikan lalu restart komputer setelah dialog konfirmasi ditampilkan...


Setelah komputer direstart, Anda akan diminta untuk login. Ketik "root" tanpa tanda kutip lalu tekan enter, saat diminta memasukkan password, ketik "toor" tanpa tanda kutip (password yang diketik tidak akan ditampilkan pada layar) lalu tekan enter...


Anda akan dibawa masuk kedalam sistem sebaga root ditandai dengan ditampilkan tulisan sepert ini

root@bt:~#

Ketik "startx" tanpa tanda kutip untuk menjalankan desktop mode grafis..


Setelah desktop KDE dijalankan, sebaiknya Anda membuta user baru. Kami tidak menyarankan Anda untuk selalu menggunakan user root saat bekerja pada sistem Linux apapun. Untuk membuat user baru pada BackTrack 4 R2, klik pada start menu KDE (ikon sebelah kiri bawah), pilih menu "System" lalu pilih "Users and Groups" untuk menampilkan jendela "Users Settings"...


Pada jendela "Users Settings" tekan tombol "Add User" untuk menambahkan user baru. Silahkan masukkan Username, Real name dan password yang ingin digunakan...


Setelah user baru dibuat, klik tombol "Close"...


Silahkan logout dari sesi saat ini lalu login kembali dengan user yang baru saja Anda buat.

Kini desktop BackTrack 4 R2 telah siap Anda gunakan..


SELAMAT MENCOBA ^ ^
.

HACKER dan CRACKER

Sejarah Hacker dan Cracker

Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.



Pengertian Hacker dan Cracker


1. Hacker

Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.



2. Cracker

Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.



Hirarki / Tingkatan Hacker

1. Elite

Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.

2. Semi Elite

Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie

Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie

Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer

Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.



Kode Etik Hacker

1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.

2. Semua informasi haruslah FREE.

3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.

4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.

5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.

6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.

8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.

9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.

10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.



Aturan Main Hacker

Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:

· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.

· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.

· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.

· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.

· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh – selalu mengetahui kemampuan sendiri.

· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.

· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.

· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.

· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.

· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.

Langkah hacking system:

1. Foot printing

yaitu mencari rincian informasi terhadap sistem untuk dijadikan sasran, mencakup pencarian informasi dengan searching engine, who is, dan DNS zone transfer

2. Scanning

terhadap sasaran tertentu dicari pintu masuk yang paling mungkin, digunakan ping sweep dan port scan.

3. Enumeration

Telaah intersif terhadap sasaran yang mencari user account, network resources dan share dan aplikasi untuk mendapatkan mana yang proteksinya lemah.

4.Gaining Acces

Mendapatkan data lebih banyak lagi untuk mulai mencoba mengakses sasaran.

5. Escalating privilege

Bila baru mendapatkan user password ditahap sebelumnya. Ditahap ini diusahakan mendapatkan privilese admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis getAdmin, schole atau ls message

6. Pilfering

7. Covering tracks

8. Creating Back Doors

9. Denial of Service 


Perbedaan Hacker dan Cracker
a. Hacker

1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.

2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.

3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

b. Cracker

1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.

2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.

3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.

5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.



Dua Jenis Kegiatan Hacking

1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya

2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.



Contoh Kasus Hacker

1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.



Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker

Hacker : membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.

Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.



Kesimpulan

Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya membongkar dan merusak)

just info, sorry kl repost

SSL (SECURE SOCKET LAYER)

Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS), merupakan kelanjutan dari protokolkriptografi yang menyediakan komunikasi yang aman di Internet.
Protokol ini menyediakan authentikasi akhir dan privasi komunikasi di Internet menggunakan cryptography. Dalam penggunaan umumnya, hanya server yang diauthentikasi (dalam hal ini, memiliki identitas yang jelas) selama dari sisi client tetap tidak terauthentikasi. Authentikasi dari kedua sisi (mutual authentikasi) memerlukan penyebaran PKI pada client-nya. Protocol ini mengizinkan aplikasi dari client atau server untuk berkomunikasi dengan didesain untuk mencegah eavesdropping, [[tampering]] dan message forgery.
Baik TLS dan SSL melibatkan beberapa langkah dasar:
Protocol SSL dan TLS berjalan pada layer dibawah application protocol seperti HTTP, SMTP and NNTP dan di atas layer TCP transport protocol, yang juga merupakan bagian dari TCP/IP protocol. Selama SSL dan TLS dapat menambahkan keamanan ke protocol apa saja yang menggunakan TCP, keduanya terdapat paling sering pada metode akses HTTPS. HTTPS menyediakan keamanan web-pages untuk aplikasi seperti pada Electronic commerce. Protocol SSL dan TLS menggunakan cryptography public-key dan sertifikat publik key untuk memastikan identitas dari pihak yang dimaksud. Sejalan dengan peningkatan jumlah client dan server yang dapat mendukung TLS atau SSL alami, dan beberapa masih belum mendukung. Dalam hal ini, pengguna dari server atau client dapat menggunakan produk standalone-SSL seperti halnya Stunnel untuk menyediakan enkripsi SSL. 

Sejarah dan pengembangan: Dikembangkan oleh Netscape, SSL versi 3.0 dirilis pada tahun 1996, yang pada akhirnya menjadi dasar pengembangan Transport Layer Security, sebagai protocol standart IETF. Definisi awal dari TLS muncul pada RFC,2246 : “The TLS Protocol Version 1.0″. Visa, MaterCard, American Express dan banyak lagi institusi finansial terkemuka yang memanfaatkan TLS untuk dukungan commerce melalui internet. Seprti halnya SSL, protocol TLS beroperasi dalam tata-cara modular. TLS didesain untuk berkembang, dengan mendukung kemampuan meningkat dan kembali ke kondisi semula dan negosiasi antar ujung.

MD - 5

Dalam kriptografi, MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit. Pada standart Internet (RFC 1321), MD5 telah dimanfaatkan secara bermacam-macam pada aplikasi keamanan, dan MD5 juga umum digunakan untuk melakukan pengujian integritas sebuah file.
MD5 di desain oleh Ronald Rivest pada tahun 1991 untuk menggantikan hash function sebelumnya, MD4. Pada tahun 1996, sebuah kecacatan ditemukan dalam desainnya, walau bukan kelemahan fatal, pengguna kriptografi mulai menganjurkan menggunakan algoritma lain, seperti SHA-1 (klaim terbaru menyatakan bahwa SHA-1 juga cacat). Pada tahun 2004, kecacatan-kecacatan yang lebih serius ditemukan menyebabkan penggunaan algoritma tersebut dalam tujuan untuk keamanan jadi makin dipertanyakan.

Sejarah dan kriptoanalisis

MD5 adalah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald RivestMIT (Rivest, 1994). Saat kerja analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5 — MD4 — mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin). dari
Pada tahun 1993, den Boer dan Bosselaers memberikan awal, bahkan terbatas, hasil dari penemuan pseudo-collision dari fungsi kompresi MD5. Dua vektor inisialisasi berbeda I dan J dengan beda 4-bit di antara keduanya.
MD5compress(I,X) = MD5compress(J,X)
Pada tahun 1996 Dobbertin mengumumkan sebuah kerusakan pada fungsi kompresi MD5. Dikarenakan hal ini bukanlah serangan terhadap fungsi hash MD5 sepenuhnya, hal ini menyebabkan para pengguna kriptografi menganjurkan pengganti seperti WHIRLPOOL, SHA-1 atau RIPEMD-160.
Ukuran dari hash — 128-bit — cukup kecil untuk terjadinya serangan brute force birthday attack. MD5CRK adalah proyek distribusi mulai Maret 2004 dengan tujuan untuk menunjukka kelemahan dari MD5 dengan menemukan kerusakan kompresi menggunakan brute force attack.
Bagaimanapun juga, MD5CRK berhenti pada tanggal 17 Agustus 2004, saat kerusakan ''hash'' pada MD5 diumumkan oleh Xiaoyun Wang, Dengguo Feng, Xuejia Lai dan Hongbo Yu [1][2]. Serangan analitik mereka dikabarkan hanya memerlukan satu jam dengan menggunakan IBM P690 cluster.
Pada tanggal 1 Maret 2005, Arjen Lenstra, Xiaoyun Wang, and Benne de Weger mendemontrasikan[3]X.509 dengan public key yang berbeda dan hash MD5 yang sama, hasil dari demontrasi menunjukkan adanya kerusakan. Konstruksi tersebut melibatkan private key untuk kedua public key tersebut. Dan beberapa hari setelahnya, Vlastimil Klima menjabarkan[4] dan mengembangkan algortima, mampu membuat kerusakan Md5 dalam beberapa jam dengan menggunakan sebuah komputer notebook. Hal ini menyebabkan MD5 tidak bebas dari kerusakan. kunstruksi dari dua buah sertifikat
Dikarenakan MD5 hanya menggunakan satu langkah pada data, jika dua buah awalan dengan hash yang sama dapat dibangun, sebuah akhiran yang umum dapat ditambahkan pada keduanya untuk membuat kerusakan lebih masuk akal. Dan dikarenakan teknik penemuan kerusakan mengijinkan pendahuluan kondisi hash menjadi arbitari tertentu, sebuah kerusakan dapat ditemukan dengan awalan apapun. Proses tersebut memerlukan pembangkitan dua buah file perusak sebagai file templat, dengan menggunakan blok 128-byte dari tatanan data pada 64-byte batasan, file-file tersebut dapat mengubah dengan bebas dengan menggunakan algoritma penemuan kerusakan.

Saat ini dapat diketahui, dengan beberapa jam kerja, bagaimana proses pembangkitan kerusakan MD5. Yaitu dengan membangkitkan dua byte string dengan hash yang sama. Dikarenakan terdapat bilangan yang terbatas pada keluaran MD5 (2128), tetapi terdapat bilangan yang tak terbatas sebagai masukannya, hal ini harus dipahami sebelum kerusakan dapat ditimbulkan, tapi hal ini telah diyakini benar bahwa menemukannya adalah hal yang sulit.

Sebagai hasilnya bahwa hash MD5 dari informasi tertentu tidak dapat lagi mengenalinya secara berbeda. Jika ditunjukkan informasi dari sebuah public key, hash MD5 tidak mengenalinya secata berbeda jika terdapat public key selanjutnya yang mempunyai hash MD5 yang sama.
Bagaimanapun juga, penyerangan tersebut memerlukan kemampuan untuk memilih kedua pesan kerusakan. Kedua pesan tersebut tidak dengan mudah untuk memberikan serangan preimage, menemukan pesan dengan hash MD5 yang sudah ditentukan, ataupun serangan preimage kedua, menemukan pesan dengan hash MD5 yang sama sebagai pesan yang diinginkan.
Hash MD5 lama, yang dibuat sebelum serangan-serangan tersebut diungkap, masih dinilai aman untuk saat ini. Khususnya pada digital signature lama masih dianggap layak pakai. Seorang user boleh saja tidak ingin membangkitkan atau mempercayai signature baru menggunakan MD5 jika masih ada kemungkinan kecil pada teks (kerusakan dilakukan dengan melibatkan pelompatan beberapa bit pada bagian 128-byte pada masukan hash) akan memberikan perubahan yang berarti.
Penjaminan ini berdasar pada posisi saat ini dari kriptoanalisis. Situasi bisa saja berubah secara tiba-tiba, tetapi menemukan kerusakan dengan beberapa data yang belum-ada adalah permasalahan yang lebih susah lagi, dan akan selalu butuh waktu untuk terjadinya sebuah transisi.

Pengujian Integritas

Ringkasan MD5 digunakan secara luas dalam dunia perangkat lunak untuk menyediakan semacam jaminan bahwa file yang diambil (download) belum terdapat perubahan. Seorang user dapat membandingkan MD5 sum yang dipublikasikan dengan checksum dari file yang diambil. Dengan asumsi bahwa checksum yang dipublikasikan dapat dipercaya akan keasliannya, seorang user dapat secara yakin bahwa dile tersebut adalah file yang sama dengan file yang dirilis oleh para developer, jaminan perlindungan dari Trojan Horse dan virus komputer yang ditambahkan pada perangkat lunak. Bagaimanapun juga, seringkali kasus yangterjadi bahwa checksum yang dipublikasikan tidak dapat dipercaya (sebagai contoh, checksum didapat dari channel atau lokasi yang sama dengan tempat mengambil file), dalam hal ini MD5 hanya mampu melakukan error-checking. MD5 akan mengenali file yang didownload tidak sempurna, cacat atau tidak lengkap.

Algoritma

Gambar 1. Satu operasi MD5 — MD5 terdiri atas 64 operasi, dikelompokkan dalam empat putaran dari 16 operasi. F adalah fungsi nonlinear; satu fungsi digunakan pada tiap-tiap putaran. MiKi menunjukkan konstanta 32-bit, berbeda untuk tiap-tiap operasi. menujukkan blok 32-bit dari masukan pesan, dan
geser kiri s menunjukkan perputaran bit kiri oleh s; s bervariasi untuk tiap-tiap operasi. tambahan menunjukan tambahan modulo 232. MD5 memproses variasi panjang pesan kedalam keluaran 128-bit dengan panjang yang tetap. Pesan masukan dipecah menjadi dua gumpalan blok 512-bit; Pesan ditata sehingga panjang pesan dapat dibagi 512. Penataan bekerja sebagai berikut: bit tunggal pertama, 1, diletakkan pada akhir pedan. Proses ini diikuti dengan serangkaian nol (0) yang diperlukan agar panjang pesan lebih dari 64-bit dan kurang dari kelipatan 512. Bit-bit sisa diisi dengan 64-bit integer untuk menunjukkan panjang pesan yang asli. Sebuah pesan selalu ditata setidaknya dengan 1-bit tunggal, seperti jika panjang pesan adalah kelipatan 512 dikurangi 64-bit untuk informasi panjang (panjang mod(512) = 448), sebuah blok baru dari 512-bit ditambahkan dengan 1-bit diikuti dengan 447 bit-bit nol (0) diikuti dengan panjang 64-bit.
Algoritma MD5 yang utama beroperasi pada kondisi 128-bit, dibagi menjadi empat word 32-bit, menunjukkan A, B, C dan D. Operasi tersebut di inisialisasi dijaga untuk tetap konstan. Algoritma utama kemudian beroperasi pada masing-masing blok pesan 512-bit, masing-masing blok melakukan pengubahan terhadap kondisi.Pemrosesan blok pesan terdiri atas empat tahap, batasan putaran; tiap putasan membuat 16 operasi serupa berdasar pada fungsi non-linear F, tambahan modular, dan rotasi ke kiri. Gambar satu mengilustrasikan satu operasi dalam putaran. Ada empat macam kemungkinan fungsi F, berbeda dari yang digunakan pada tiap-tiap putaran:
F(X,Y,Z) = (X\wedge{Y}) \vee (\neg{X} \wedge{Z})
G(X,Y,Z) = (X\wedge{Z}) \vee (Y \wedge \neg{Z})
H(X,Y,Z) = X \oplus Y \oplus Z
I(X,Y,Z) = Y \oplus (X \vee \neg{Z})
\oplus, \wedge, \vee, \neg menunjukkan operasi logikan XOR, AND, OR dan NOT.

Pseudocode

Pseudocode pada algoritma MD5 adalah sebagai berikut.

//Catatan: Seluruh variable pada unsigned integer 32-bit dan dan wrap modulo 2^32 saat melakukan perhitungan

//Mendefinisikan r sebagai berikut
var int[64] r, k
r[ 0..15] := {7, 12, 17, 22,  7, 12, 17, 22,  7, 12, 17, 22,  7, 12, 17, 22}
r[16..31] := {5,  9, 14, 20,  5,  9, 14, 20,  5,  9, 14, 20,  5,  9, 14, 20}
r[32..47] := {4, 11, 16, 23,  4, 11, 16, 23,  4, 11, 16, 23,  4, 11, 16, 23}
r[48..63] := {6, 10, 15, 21,  6, 10, 15, 21,  6, 10, 15, 21,  6, 10, 15, 21}

//Menggunakan bagian fraksional biner dari integral sinus sebagai konstanta:
for i from 0 to 63
    k[i] := floor(abs(sin(i + 1)) × 2^32)

//Inisialisasi variabel:
var int h0 := 0x67452301
var int h1 := 0xEFCDAB89
var int h2 := 0x98BADCFE
var int h3 := 0x10325476

//Pemrosesan awal:
append "1" bit to message
append "0" bits until message length in bits ≡ 448 (mod 512)
append bit length of message as 64-bit little-endian integer to message

//Pengolahan pesan paada kondisi gumpalan 512-bit:
for each 512-bit chunk of message
    break chunk into sixteen 32-bit little-endian words w(i), 0 ≤ i ≤ 15

    //Inisialisasi nilai hash pada gumpalan ini:
    var int a := h0
    var int b := h1
    var int c := h2
    var int d := h3

    //Kalang utama:
    for i from 0 to 63
        if 0 ≤ i ≤ 15 then
            f := (b and c) or ((not b) and d)
            g := i
        else if 16 ≤ i ≤ 31
            f := (d and b) or ((not d) and c)
            g := (5×i + 1) mod 16
        else if 32 ≤ i ≤ 47
            f := b xor c xor d
            g := (3×i + 5) mod 16
        else if 48 ≤ i ≤ 63
            f := c xor (b or (not d))
            g := (7×i) mod 16
 
        temp := d
        d := c
        c := b
        b := ((a + f + k(i) + w(g)) leftrotate r(i)) + b
        a := temp

    //Tambahkan hash dari gumpalan sebagai hasil:
    h0 := h0 + a
    h1 := h1 + b 
    h2 := h2 + c
    h3 := h3 + d

var int digest := h0 append h1 append h2 append h3 //(diwujudkan dalam little-endian)
Catatan: Meskipun rumusan dari yang tertera pada RFC 1321, berikut ini sering digunakan untuk meningkatkan efisiensi:
(0  ≤ i ≤ 15): f := d xor (b and (c xor d))
(16 ≤ i ≤ 31): f := c xor (d and (b xor c))

Hash-hash MD5

Hash-hash MD5 sepanjang 128-bit (16-byte), yang dikenal juga sebagai ringkasan pesan, secara tipikal ditampilkan dalam bilangan heksadesimal 32-digit. Berikut ini merupakan contoh pesan ASCII sepanjang 43-byte sebagai masukan dan hash MD5 terkait:
MD5("The quick brown fox jumps over the lazy dog") = 9e107d9d372bb6826bd81d3542a419d6
Bahkan perubahan yang kecil pada pesan akan (dengan probabilitas lebih) menghasilkan hash yang benar-benar berbeda, misalnya pada kata "dog", huruf d diganti menjadi c:
MD5("The quick brown fox jumps over the lazy cog") = 1055d3e698d289f2af8663725127bd4b
Hash dari panjang-nol ialah:
MD5("") = d41d8cd98f00b204e9800998ecf8427e

Lihat pula

Informasi MD5

ASIMETRIS KRIPTOGRAFI

Algoritma kriptografi Modern dibuat sedemikian kompleks sehingga kriptanalis sangat sulit untuk memecahkan cipherteks tanpa mengetahui kunci. Algoritma kriptografi modern umumnya beroperasi dalam mode bit. Algoritma ini dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu cipher aliran (stream cipher – beroperasi dalam bentuk bit tunggal) dan cipher blok (block cipher – beroperasi dalam bentuk blok bit). Pengelompokan algoritma juga dilakukan berdasarkan kunci enkripsi – dekripsi yang digunakan, yaitu simetris (menggunakan kunci yang sama untuk proses enkripsi – dekripsi) dan asimetris atau kunci – publik (menggunakan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi – dekripsi).

  1. RSA
RSA merupakan algoritma kriptografi asimetris. Ditemukan pertama kali pada tahun 1977 oleh Ron Rivest, Adi Shamir, dan Leonard Adleman. Nama RSA sendiri diambil dari inisial nama  depan ketiga penemunya tersebut. Sebagai algoritma kunci publik, RSA mempunyai dua kunci, yaitu kunci publik dan kunci pribadi. Kunci publik boleh diketahui oleh siapa saja, dan digunakan  untuk proses enkripsi. Sedangkan kunci pribadi hanya pihak – pihak tertentu saja yang boleh  mengetahuinya, dan digunakan untuk proses dekripsi. Algoritma RSA masih digunakan hingga  pada saat ini seperti yang diuraikan M. Zaki Riyanto dan Ardhi Ardhian: Keamanan sandi RSA terletak pada sulitnya memfaktorkan bilangan yang besar. Sampai  saat ini RSA masih dipercaya dan digunakan secara luas di internet. (Kriptografi Kunci Publik:  Sandi RSA, 2008).
kriptografi public key sering disebut dengan kriptografi asimetris. berbeda dengan kriptografi secret key, kunci yang digunakan pada proses enkripsi dan proses dekripsi pada kriptografi public key ini berbeda satu sama lain. jadi dalam kriptografi public key, suatu key generator akan menghasilkan dua kunci berbeda dimana satu kunci digunakan untuk melakukan proses enkripsi dan kunci yang lain digunakan untuk melakukan proses dekripsi.
Kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi akan dipublikasikan kepada umum untuk dipergunakan secara bebas. Oleh sebab itu, kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi disebut juga sebagai public key. Sedangkan kunci yang digunakan untuk melakukan dekripsi akan disimpan oleh pembuat kunci dan tidak akan dipublikasikan kepada umum. Kunci untuk melakukan dekripsi ini disebut private key.





Dengan cara demikian, semua orang yang akan mengirimkan pesan kepada pembuat kunci dapat melakukan proses enkripsi terhadap pesan tersebut, sedangkan proses dekripsi hanya dapat dilakukan oleh pembuat atau pemilik kunci dekripsi. Dalam kenyataannya, kriptografi asimetris ini dipakai dalam ssh, suatu layanan untuk mengakses suatu server.
  1. A. Penyandian Blok
Penyandian blok pada dasarnya adalah proses penyandian terhadap blok data yang jumlahnya sudah ditentukan. Untuk sistem penyandian blok terdapat empat jenis mode operasi, yaitu Electronic Code Book (ECB), Cipher Block Chaining (CBC), Cipher Feedback (CFB), Output Feedback (OFB).
  1. 1. Electronic Code Book (ECB)
Mode ECB adalah mode yang paling umum dan paling mudah untuk diimplementasikan. Cara yang digunakan adalah dengan membagi data ke dalam blok-blok data terlebih dahulu yang besarnya sudah ditentukan. Blok-blok data inilah yang disebut plaintext karena blok data ini belum disandikan. Proses enkripsi akan langsung mengolah plaintext menjadi ciphertext tanpa melakukan operasi tambahan. Suatu blok plaintextciphertext yang sama. yang dienkripsi dengan menggunakan kunci yang sama akan menghasilkan










Keuntungan dari mode OBC ini adalah kemudahan dalam implementasi dan pengurangan resiko salahnya semua plaintext akibat kesalahan pada satu plaintext. Namun mode ini memiliki kelemahan pada aspek keamanannya. Dengan mengetahui pasangan plaintext dan ciphertext, seorang kriptanalis dapat menyusun suatu code book tanpa perlu mengetahui kuncinya.
  1. 1. Cipher Block Chaining (CBC)
Pada CBC digunakan operasi umpan balik atau dikenal dengan operasi berantai (chaining). Pada CBC, hasil enkripsi dari blok sebelumnya adalah feedback untuk enkripsi dan dekripsi pada blok berikutnya. Dengan kata lain, setiap blok ciphertext dipakai untuk memodifikasi proses enkripsi dan dekripsi pada blok berikutnya.









Pada CBC diperlukan data acak sebagai blok pertama. Blok data acak ini sering disebut initialization vector atau IV. IV digunakan hanya untuk membuat suatu pesan menjadi unik dan IV tidak mempunyai arti yang penting sehingga IV tidak perlu dirahasiakan.
Algoritma Pembentukan Kunci:
1. Tentukan p dan q bernilai dua bilangan Prima besar, acak dan dirahasiakan.
p ≠ q, p dan q memiliki ukuran sama.
2. Hitung n = pq
Dan hitung (n) = (p-1)(q-1).
Bilangan integer n disebut (RSA) modulus.
3. Tentukan e bilangan Prima acak, yang memiliki syarat:
1 < e < (n)
GCD(e, (n)) = 1, disebut e relatif prima terhadap (n),
Bilangan integer e disebut (RSA) enciphering exponent.
4. Memakai algoritma Euclid yang diperluas (Extended Eucledian Algorithm).
Menghitung bilangan khusus d,
syarat 1 < d < (n)
d ≡ e-1 mod (n)
ed ≡ 1 (mod (n))
ed ≡ 1 + k. (n) untuk nilai k integer.
Bilangan integer d disebut (RSA) deciphering exponent.
5. Nilai (n,e) adalah nilai yang boleh dipublikasi.
Nilai d, p, q, (n) adalah nilai yang harus dirahasiakan.
Pasangan (n,e) merupakan kunci publik.
Pasangan (n,d) merupakan kunci rahasia.

Keterangan
  1. Fungsi (n) Phi-Euler merupakan fungsi terhadap bilangan bulat positif n yang meyatakan banyaknya elemen Zn yang mempunyai invers terhadap operasi pergandaan. Zn belum tentu merupakan grup terhadap operasi pergandaan, dengan kata lain, (n) adalah banyaknya elemen {x, 0 ≤ x < n | gcd(x,n) = 1}
  2. Algoritma Euclid digunakan untuk mencari nilai GCD (Greatest Common Divisor) atau sering disebut FPB (Pembagi Persekutuan terbesar) dari dua bilangan bulat. Algoritma ini didasarkan pada pernyataan gcd (r0, r1) = gcd(r1, r2) … gcd(rn-1, rn) = gcd(rn, 0) = rn
Contoh:
Akan dihitung gcd(40,24)
Jawab:
40 = 1.24 + 16
40 mod 24 = 16
24 = 1.16 + 8
24 mod16 = 8
16 = 2.8
16 mod 8 = 0, stop
Jadi gcd(40,24) = 8.
Dua buah bilangan bulat a dan b akan dapat dikatakan relatif prima jika gcd(a,b) = 1.
• Enkripsi: c = me mod n
• Dekripsi: m = cd mod n

Contoh Enkripsi
Untuk mengenkripsi, dilakukan langkah – langkah sebagai berikut ini:
Ubah tiap karakter teks terang menjadi bilangan bulat 01 – 26 (A = 01, B = 02, … , Z = 26), dan bagi teks menjadi beberapa blok b yang besar tiap bloknya lebih kecil dari n. Untuk tiap blok, hitung c = be (mod n). c menjadi blok teks sandi yang dikirimkan. Untuk mendekripkan kembali teks sandi, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

Hitung bilangan bulat d sedemikian hingga de = 1 (mod (p-1)(q-1)). Pasangan (n, d) merupakan kunci rahasia. Untuk setiap blok sandi c yang diterima, hitung b = cd (mod n). Bagi pembuat sandi, dengan memilih 2 buah bilangan prima p dan q, tidaklah sulit untuk menghitung kunci publik n = pq, serta mendekripkannya kembali.

Implementasi Proses Enkripsi Dekripsi
Karakter : tugasakhir
Kunci yang digunakan : ivankey
Pasangan Kunci Publik
(n, e) : (39917, 27017)
Pasangan Kunci Rahasia
(n, d) : (39917, 30689)
  1. a. Proses mengubah karakter ke ASCII
Proses merubah karakter teks terang ke dalam bentuk ASCII menggunakan fungsi fn_to_ascii.
tugasakhir = 116 117 103 97 115 97 107 104 105 114

  1. b. Proses Perhitungan Enkripsi
Proses perhitungan enkripsi dilakukan dengan fungsi fn_enkrip. Hasil deretan ASCII diatas kemudian dibagi per blok 4 digit untuk dilakukan perhitungan dengan metode RSA menggunakan pasangan nilai kunci publik, menjadi : 1161, 1710, 3971, 1597, 1071, 0410, 5114

Masing-masing angka ini kemudian dihitung menggunakan pasangan kunci publik. Pasangan nilai kunci publik (n, e) : (39917, 27017)
Perhitungan enkripsi RSA:
116127017 mod 39917 = 36583
171027017 mod 39917 = 10233
397127017 mod 39917 = 30047
159727017 mod 39917 = 21583
107127017 mod 39917 = 26887

041027017 mod 39917 = 4285 = 04285
5114 = 5114

Agar pada saat proses perhitungan enkripsi dapat dijaga konsistensinya, maka setiap hasil tersebut harus dijadikan lima digit karakter dengan menambahkan karakter “0” didepannya. Pada hasil diatas 4285 menjadi 04285. Pada blok terakhir tidak dilakukan perhitungan, ini hanya algortima tambahan agar proses dekripsi dapat dilakukan dengan tepat. Kemudian hasil tersebut disatukan menjadi satu deretan karakter agar dapat diproses kebentuk karakter kembali.
Hasil deret: 3658310233300472158326887042855114

Dengan hasil perhitungan tersebut maka karakter “tugasakhir” berhasil dienkripsi.
Enkripsi “tugasakhir” = 3658310233300472158326887042855114

  1. c. Proses Perhitungan Deskripsi
Proses perhitungan dekripsi dilakukan menggunakan fungsi fn_dekrip. Mengingat proses perhitungan enkripsi selalu dipaksa agar konsisten per blok memiliki lima digit angka, maka pada proses dekripsi ini, deret angka diatas dikelompokan per-blok lima digit, kecuali pada blok terakhir dibiarkan apa adanya, menjadi: 36583, 10233, 30047, 21583, 26887, 04285, 5114. Masing-masing angka ini kemudian dihitung menggunakan pasangan kunci pribadi.
Pasangan nilai kunci pribadi (n, d) : (39917, 30689)
Perhitungan dekripsi RSA:
3658339917 mod 30689 = 1161
1023339917 mod 30689 = 1710
3004739917 mod 30689 = 3971
2158339917 mod 30689 = 1597
2688739917 mod 30689 = 1071
0428539917 mod 30689 = 410 = 0410
5114 = 5114

Untuk menjaga konsistensi proses dekripsi maka semua hasil per blok dijadikan empat digit dengan menambahkan karakter “0” didepannya, untuk nilai 410 menjadi 0410. Untuk blok terakhir tidak dilakukan proses perhitungan, karena pada proses enkripsi tidak dikenakan perhitungan. Kemudian hasil tersebut disatukan menjadi satu deretan karakter agar dapat diproses kebentuk karakter kembali.
Hasil deret: 1161171039711597107104105114
  1. d. Proses Mengubah Deretan ASCII ke Karakter
Proses ini menggunakan fungsi fn_to_teks. Hasil deret karakter diatas setelah proses perhitungan dekripsi RSA hasilnya adalah deretan ASCII yang akan diproses menjadi karakter kembali. Karena pada karakter yang digunakan untuk penelitian adalah “tugasakhir” dan semuanya adalah karakter pada keyboard yang tidak lebih dari ASCII 127 maka ada dua kemungkinan nilai ASCII, pertama ASCII yang lebih dari 100 dan ASCII yang kurang dari 100. Deretan tersebut dicek perbagiannya, jika ASCII lebih dari 100 dengan karakter awal “1” maka diambil per-blok tiga digit karakter dan jika ASCII kurang dari 100 diawali dengan karakter yang bukan “1” maka diambil per-blok dua digit. Sehingga deretan karakter diatas setelah dipotong- potong menjadi:
Deret : 116, 117, 103, 97, 115, 97, 107, 104, 105, 114

Kemudian dari potongan ASCII tersebut, masing-masing diproses ke karakter:
116 = t
117 = u
103 = g
97 = a
115 = s
97 = a
107 = k
104 = h
105 = i
14 = r
Hasil : tugasakhir
Karena hasil pengubahan ke karakter adalah “tugasakhir” maka hasil proses dekripsi adalah karakter “tugasakhir”.
Dekripsi 3658310233300472158326887
042855114 = “tugasakhir”