CISC vs RISC

Sudah sering kita mendengar debat yang cukup menarik antara komputer personal IBM dan kompatibelnya yang berlabel Intel Inside dengan komputer Apple yang berlabel PowerPC.  Perbedaan utama antara kedua komputer itu ada pada tipe prosesor yang digunakannya. Prosesor PowerPC dari Motorola yang menjadi otak utama komputer Apple Macintosh dipercaya sebagai prosesor RISC, sedangkan Pentium buatan Intel diyakini sebagai prosesor CISC. Kenyataannya komputer personal yang berbasis Intel Pentium saat ini adalah komputer personal yang paling banyak populasinya. Tetapi tidak bisa pungkiri juga bahwa komputer yang berbasis RISC seperti Macintosh, SUN adalah komputer yang handal dengan sistem pipelining, superscalar, operasi floating point dan sebagainya.
Apakah memang RISC lebih lebih baik dari CISC atau sebaliknya. Tetapi tahukah kita dimana sebenarnya letak perbedaan itu. Apakah prosesor dengan instruksi yang lebih sedikit akan lebih baik dari prosesor yang instruksinya kompleks dan lengkap. Apakah memang perbedaan prosesor itu hanya dari banyak atau tidaknya instruksi saja. Bukankah jumlah instruksi tidak berhubungan dengan ke-handal-an suatu prosesor. Pertanyaan-pertanyaan ini yang hendak dijawab melalui tulisan berikut. Namun supaya lebih dekat dengan elektronika praktis,  ElectronicLab akan lebih fokus pada mikrokontroler low-cost yang berbasis RISC dan CISC. Sebagai contoh dari mikrokontroler CISC adalah 68HC11 buatan Motorola dan  80C51 dari Intel. Kita juga mengenal keluarga PIC12/16CXX dari Microchip dan COP8 buatan National Semiconductor sebagai mikrokontroler yang berbasis RISC.   
CISC adalah singkatan dari Complex Intruction Set Computer dimana prosesor tersebut memiliki set instruksi yang kompleks dan lengkap. Sedangkan RISC adalah singkatan dari Reduced Instruction Set Computer yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced), maka mari kita bahas sedikit tentang intruksi itu sendiri.
Sistem mikrokontroler selalu terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat lunak ini merupakan deretan perintah atau instruksi yang dijalankan oleh prosesor secara sekuensial. Instruksi itu sendiri sebenarnya adalah bit-bit logik 1 atau 0 (biner) yang ada di memori program. Angka-angka biner ini jika lebarnya 8 bit disebut byte dan jika 16 bit disebut word. Deretan logik biner inilah yang dibaca oleh prosesor sebagai perintah atau instruksi. Supaya lebih singkat, angka biner itu biasanya direpresentasikan dengan bilangan hexa (HEX). Tetapi bagi manusia, menulis program dengan angka biner atau hexa sungguh merepotkan. Sehingga dibuatlah bahasa assembler yang direpresentasikan dengan penyingkatan kata-kata yang cukup dimengerti oleh manusia. 
Bahasa assembler ini biasanya diambil dari bahasa Inggris dan presentasinya itu disebut dengan Mnemonic. Masing-masing pabrik  mikroprosesor melengkapi chip buatannya dengan set instruksi yang akan dipakai untuk membuat program.
Biner          Hexa   Mnemonic   
10110110   B6      LDAA ...
10010111   97      STAA ...
01001010   4A      DECA ...
10001010   8A     ORAA ...
00100110   26      BNE ...
00000001   01      NOP...
01111110   7E      JMP ...

Sebagian set instruksi 68HC11 
Pada awalnya, instruksi yang tersedia amat sederhana dan sedikit. Kemudian desainer mikroprosesor berlomba-lomba untuk melengkapi set instruksi itu selengkap-lengkapnya. Jumlah instruksi itu berkembang seiring dengan perkembangan desain mikroprosesor yang semakin lengkap dengan mode pengalamatan yang bermacam-macam. Mikroprosesor lalu memiliki banyak instruksi manipulasi bit dan seterusnya dilengkapi dengan instruksi-instruksi aritmatik seperti  penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Seperti contohnya 68HC11 banyak sekali memiliki set instruksi untuk percabangan seperti BNE, BLO, BLS, BMI, BRCLR, BRSET dan sebagainya. 
Perancang mikroprosesor juga memperkaya  ragam instruksi tersebut dengan membuat satu instruksi tunggal untuk program yang biasanya dijalankan dengan beberapa intruksi. Misalnya pada 80C51 untuk contoh program berikut ini.
LABEL    ...
                ...
                DEC    R0
                MOV  A,R0
                JNZ     LABEL

Program 'decrement' 80C51
Program ini adalah program pengulangan yang mengurangi isi register R0 sampai register R0 menjadi kosong (nol). Intel menambah set instruksinya dengan membuat satu instruksi khusus untuk keperluan seperti ini :
LABEL    ....  
                DJNZ   R0,LABEL  
Instruksi 'decrement jump not zero'  80C51 
Kedua contoh program ini hasilnya tidak berbeda. Namun demikian, instruksi kompleks seperti DJNZ mempermudah pembuat program. Set instruksi yang lengkap diharapkan akan semakin membuat pengguna mikroprosesor leluasa menulis  program dalam bahasa assembler yang mendekati bahasa pemrograman level tinggi. Intel 80C51 yang  dikembangkan dari basis prosesor 8048 dirilis pada tahun 1976 memiliki  tidak kurang dari 111 instruksi. Tidak ketinggalan, 68HC11 dari Motorola yang populer di tahun 1984 dilengkapi dengan 145 instruksi. Karena banyak dan kompleksnya instruksi yang dimiliki 68HC11 dan 80C51, kedua contoh mikrokontroler ini disebut sebagai prosesor CISC. 
Debat CISC versus RISC dimulai ketika pada tahun 1974 IBM mengembangkan prosesor 801 RISC. Argumen yang dipakai waktu itu adalah mengapa diperlukan instruksi yang kompleks. Sebab pada prinsipnya, instruksi yang kompleks bisa dikerjakan oleh instruksi-instruksi yang lebih sederhana dan kecil. Ketika itu penggunaan bahasa tingkat tinggi seperti Fortran dan kompiler lain (compiler/interpreter) mulai berkembang. Apalagi saat ini compiler seperti C/C++ sudah lazim digunakan. Sehingga sebenarnya tidaklah diperlukan instruksi yang kompleks di tingkat prosesor. Kompiler yang akan bekerja men-terjemahkan program  dari bahasa tingkat tinggi menjadi bahasa mesin. 
Untuk melihat bagaimana perbedaan instruksi RISC dan CISC, mari kita lihat bagaimana keduanya melakukan perkalian misalnya c = a x b.  Mikrokontroler 68HC11 melakukannya dengan program sebagai berikut :
LDAA #$5
LDAB #$10
MUL

Program 5x10 dengan 68HC11
Cukup tiga baris saja dan setelah ini accumulator D pada 68HC11 akan berisi hasil perkalian dari accumulator A dan B, yakni 5 x 10 = 50. Program yang sama dengan PIC16CXX, adalah seperti berikut ini. 
             MOVLW 0x10
             MOVWF Reg1
             MOVLW 0x05
             MOVWF Reg2
             CLRW
LOOP  ADDWF  Reg1,0
             CFSZ      Reg2,1
             GOTO     LOOP
             …
             …
Program 5x10 dengan PIC16CXX

Prosesor PIC16CXX yang RISC ini, tidak memiliki instruksi perkalian yang khusus. Tetapi perkalian 5x10 itu sama saja dengan penjumlahan nilai 10 sebanyak 5 kali. Kelihatannya membuat program assembly dengan prosesor RISC menjadi lebih kompleks dibandingkan dengan prosesor CISC. Tetapi perlu diingat, untuk membuat instruksi yang kompleks seperti instruksi MUL dan instruksi lain yang rumit pada prosesor CISC, diperlukan hardware yang kompleks juga. Dibutuhkan ribuan gerbang logik (logic gates) transistor untuk membuat prosesor yang demikian. Instruksi yang kompleks juga membutuhkan jumlah siklus mesin (machine cycle) yang lebih panjang untuk dapat menyelesaikan eksekusinya. Instruksi perkalian MUL pada 68HC11 memerlukan 10 siklus mesin dan instruksi pembagiannya memerlukan 41 siklus mesin.
Pendukung RISC berkesimpulan, bahwa prosesor yang tidak rumit akan semakin cepat dan handal. Hampir semua instruksi prosesor RISC adalah instruksi dasar (belum tentu sederhana),  sehingga instruksi-instruksi ini umumnya hanya memerlukan 1 siklus mesin untuk menjalankannya. Kecuali instruksi percabangan yang membutuhkan 2 siklus mesin. RISC biasanya dibuat dengan arsitektur Harvard, karena arsitektur ini yang memungkinkan untuk membuat eksekusi instruksi selesai dikerjakan dalam  satu atau dua siklus mesin.
Sebagai perbandingan jumlah instruksi pada prosesor RISC,  COP8 hanya dilengkapi dengan 58 instruksi dan PIC12/16CXX hanya memiliki 33 instruksi saja. Untuk merealisasikan instruksi dasar yang jumlah tidak banyak ini, mikroprosesor RISC tidak memerlukan gerbang logik yang banyak. Karena itu dimensi dice IC dan konsumsi daya prosesor RISC umumnya lebih kecil dibanding prosesor CISC. Bukan karena kebetulan, keluarga mikrokontroler PICXX banyak yang dirilis ke pasar dengan ukuran mini. Misalnya PIC12C508 adalah mikrokontroler DIP 8 pin. 
CISC dan RISC perbedaannya tidak signifikan jika hanya dilihat dari terminologi set instruksinya yang kompleks atau tidak (reduced). Lebih dari itu, RISC dan CISC berbeda dalam filosofi arsitekturnya. Filosofi arsitektur CISC adalah memindahkan kerumitan software ke dalam hardware. Teknologi pembuatan IC saat ini memungkinkan untuk menamam ribuan bahkan jutaan transistor di dalam satu dice. Bermacam-macam instruksi yang mendekati bahasa pemrogram tingkat tinggi dapat dibuat dengan tujuan untuk memudahkan programmer membuat programnya. Beberapa prosesor CISC umumnya memiliki microcode berupa firmware internal di dalam chip-nya yang berguna untuk menterjemahkan instruksi makro. Mekanisme ini bisa memperlambat eksekusi instruksi, namun efektif untuk membuat instruksi-instruksi yang kompleks. Untuk aplikasi-aplikasi tertentu yang membutuhkan singlechip komputer, prosesor CISC bisa menjadi pilihan.
Sebaliknya, filosofi arsitektur RISC adalah arsitektur prosesor yang tidak rumit dengan membatasi jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar yang diperlukan saja. Kerumitan membuat program dalam bahasa mesin diatasi dengan membuat bahasa program tingkat tinggi dan compiler yang sesuai. Karena tidak rumit, teorinya mikroprosesor RISC adalah mikroprosesor yang low-cost dalam arti yang sebenarnya. Namun demikian, kelebihan ruang pada prosesor RISC dimanfaatkan untuk membuat sistem-sistem tambahan yang ada pada prosesor modern saat ini. Banyak prosesor RISC yang di dalam chip-nya dilengkapi dengan sistem superscalar, pipelining, caches memory, register-register dan sebagainya, yang tujuannya untuk membuat prosesor itu menjadi semakin cepat. 
Jadi mana yang lebih baik apakah RISC atau CISC, anda tentu punya pendapat sendiri.
--end--

Membuat Jaringan Lokal


Ini adalah contoh jaringan sederhana yang dibuat dengan packet tracer untuk memenuhi tugas mata kuliah CCNA dgn Dosen kami  Drs. Joni Andra

Membuat 5 Buah Pertanyaan Mengenai CCNA

Pertanyaan 1 # - Manakah dari berikut ini cara untuk menyediakan akses login ke router? (Pilih semua yang berlaku)

A. HTTP
B. Aux Port
C. Konsol
D. LLC
E. Telnet
F. SNMP

_____________________

Pertanyaan 2 # - pernyataan yang benar tentang pengguna dan privilege exec mode exec?

Mereka keduanya membutuhkan A. memungkinkan kata sandi
B. exec Pengguna adalah bagian dari hak istimewa exec
C. '? " hanya bekerja di Keistimewaan exec
D. Mereka adalah identik

_____________________

Pertanyaan 3 # - standar modem ini memiliki kecepatan 28.8k dan memiliki fitur koreksi kesalahan.

A. ayat 42
B. V.32bis
C. V.90
D. V.34

_____________________

Pertanyaan 4 # - Apa yang akan menjadi perintah yang tepat untuk mengatur laju jam DCE dari 56k untuk antarmuka serial?

A. Router (config) # clockrate 56.000
B. Router # clockrate 56.000.
C. Router (config-jika) # clock rate 56000
D. Router (config-jika) # clockrate 56k

_____________________

Pertanyaan 5 # - Apakah contoh dari alamat MAC?

A. Az 32:6362:2434
B. BA: 281x: 8288
C. 101:354:665:8734: ffd6: 8023
D. A625: cbdf: 6525

_____________________

Pertanyaan 6 # - perintah yang tidak menunjukkan bahwa dua perangkat yang gagal untuk paket rute antara mereka berhasil?

A. menunjukkan antarmuka
B. jejak
C. telnet
D. ping

_____________________

Pertanyaan 7 # - Anda merancang jaringan yang harus mendukung 200 pengguna. Anda tidak berencana untuk memperpanjang segmen melampaui jumlah pengguna saat ini. Subnet mask yang terbaik akan memenuhi kebutuhan Anda? Pilih jawaban terbaik.

A. 255.255.0.0
B. 255.255.255.0
C. 255.0.0.0
D. 255.224.0.0
E. 255.255.255.200

_____________________

Pertanyaan 8 # - MAC untuk Ethernet apa ________ adalah Frame Relay.

DLCI A.
B. LCI
C. PVC
D. Tidak satu pun di atas

_____________________

Pertanyaan 9 # - Bingkai 802,2 menentukan jenis bingkai sedangkan 802,3 menentukan panjang sebuah:

A. Benar
B. Salah

_____________________

Pertanyaan 10 # - Apakah digunakan untuk melihat apakah klien masih terhubung ke server NetWare?

TCP Spoofing A. / SAP
B. Watchdog paket
C. GNS Round Robin
D. DNS Round Robin

_____________________

Kunci Jawaban


Pertanyaan 1    - Jawaban Benar: B, C, E
Pertanyaan 2    - Jawaban Benar: B
Pertanyaan 3    - Jawaban Benar: A
Pertanyaan 4    - Jawaban Benar: C
Pertanyaan 5    - Jawaban Benar: D
Pertanyaan 6    - Jawaban Benar: A
Pertanyaan 7    - Jawaban Benar: B
Pertanyaan 8    - Jawaban Benar: A
Pertanyaan 9    - Jawaban Benar: A
Pertanyaan 10  - Jawaban Benar: B
         

Lab 5.3.5 Configuring Basic Router Settings with IOS CLI

Langkah 1: Konfigurasi pengaturan IP host
  1. Pastikan bahwa PC dihubungkan menurut diagram topologi.
  2. Konfigurasi alamat IP statis pada mereka sebagai berikut:
PC attached to R1 switch:
IP address: 172.16.0.2
Subnet mask: 255.255.0.0
Default gateway: 172.16.0.1
PC attached to R2 directly:
IP address: 172.18.0.2
Subnet mask: 255.255.0.0
Default gateway: 172.18.0.1Langkah 2: Masuk ke setiap router dan mengkonfigurasi nama host dan password
  1. Konfigurasi nama host untuk masing-masing dua router.
Router> mengaktifkan
Router # configure terminal
Router (config) # hostname R1
Ulangi proses ini untuk router R2 (R2 gunakan untuk nama dari router kedua).
b.    Konfigurasi konsol password dan mengaktifkan login untuk masing-masing dua router.
R1 (config) # line console 0
R1 (config-line) # password cisco
R1 (config-line) # login
R1 (config-line) # exit
R1 (config) #
Ulangi proses ini untuk R2 router.
c.     Mengkonfigurasi password pada baris terminal virtual untuk masing-masing dua router.
R1 (config) # line vty 0 4
R1 (config-line) # password cisco
R1 (config-line) # login
R1 (config-line) # exit
R1 (config) #
Ulangi proses ini untuk R2 router.
d.    Mengkonfigurasi mengaktifkan dan mengaktifkan password rahasia untuk masing-masing dari kedua router.
R1 (config) # mengaktifkan password cisco
R1 (config) # mengaktifkan kelas rahasia
R1 (config) # exit
Ulangi proses ini untuk R2 router.
Catatan: Ingat enable password rahasia dienkripsi dari tampilan konfigurasi. Juga tidak  jenis kelas mengaktifkan kata sandi rahasia. Jika Anda melakukannya, password akan rahasiapassword, tidak kelas. Kata sandi rahasia mengaktifkan diutamakan di atas memungkinkan kata sandi. Sekali memungkinkan rahasia  sandi dimasukkan, enable password tidak lagi diterima.
Langkah 3: Tampilkan menjalankan konfigurasi router
  1. Dari prompt EXEC yang diistimewakan, masalah pertunjukan running-config perintah. Perintah ini dapat  disingkat menjalankan sh.  R1 # show running-config
  2. Apakah ada password yang dienkripsi? Jawaban: Ya
  3. Apakah ada password lain? Jawaban: Ya/
  4. Apakah salah satu password terenkripsi lainnya?Jawaban: Tidak
Langkah 4: Konfigurasi antarmuka serial di R1
Dari mode konfigurasi global, mengkonfigurasi serial interface Serial 0 pada Router R1. Lihat Router. Ringkasan antarmuka grafik pada akhir laboratorium untuk penunjukan yang tepat dari antarmuka serial pada  router yang Anda gunakan untuk laboratorium ini.
R1 (config) # interface serial 0 / 0
R1 (config-if) # ip address 172.17.0.1 255.255.0.0
R1 (config-if) # clock rate 64000
R1 (config-if) # shutdown tidak
R1 (config-if) # exit
R1 (config) # exit
CATATAN: Masukkan laju jam hanya pada antarmuka serial router yang antarmuka DCE ujung kabel terpasang. Jenis kabel (DTE atau DCE) adalah dicetak pada bagian luar masing-masing ujung kabel serial null.  Jika ragu, masukkan perintah clock rate pada kedua interface serial router. Perintah akan diabaikan pada router yang akhir DTE terpasang. Perintah shutdown tidak berubah pada  interface. Perintah shutdown berubah antarmuka off.
Langkah 5: Menampilkan informasi tentang antarmuka serial di R1
  1. Masukkan perintah interface ditampilkan di R1. Lihat grafik Ringkasan Interface Router.
  2. Daftar setidaknya tiga rincian ditemukan dengan mengeluarkan perintah ini.
    alamat internet adalah:  172.17.0.1/16.
    Enkapsulasi:  HDLC
    Untuk apa lapisan OSI adalah Enkapsulasi merujuk? Jawaban: Data Link
  3. Jika interface serial telah dikonfigurasi, mengapa antarmuka menunjukkan serial 0 / 0 mengatakan bahwa antarmuka  bawah? Jawaban: Ujung lain dari serial link belum dikonfigurasi.
Langkah 6: Konfigurasi antarmuka serial pada R2
Dari mode konfigurasi global, mengkonfigurasi serial interface Serial 0 pada Router R1. Lihat Router  Ringkasan antarmuka grafik pada akhir laboratorium untuk penunjukan yang tepat dari antarmuka serial pada.
Langkah 7: Menampilkan informasi tentang antarmuka serial pada R2
  1. Masukkan perintah show interface pada R1. Lihat grafik Ringkasan Interface Router.
  2. Daftar setidaknya tiga rincian ditemukan dengan mengeluarkan perintah ini.
Langkah 8: Pastikan bahwa koneksi serial berfungsi
  1. Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas ke antarmuka serial router lainnya. Dari R1, ping  R2 serial interface router.
    R1 # ping 172.17.0.2  Apakah pekerjaan ping? _____ Ya
  2. Dari R2, ping R1 serial interface router.
    R2 # ping 172.17.0. Apakah pekerjaan ping? _____ Ya
  3. Jika jawabannya tidak untuk pertanyaan baik, memecahkan masalah konfigurasi router untuk menemukan kesalahan. Kemudian  ping antarmuka lagi sampai jawaban untuk kedua pertanyaan adalah ya.
Langkah 9: Konfigurasi antarmuka FastEthernet pada R1
Dari mode konfigurasi global, mengkonfigurasi antarmuka Ethernet di router R1. Lihat Router  Ringkasan antarmuka grafik pada akhir laboratorium untuk penunjukan yang tepat dari antarmuka Ethernet di  router yang Anda gunakan untuk laboratorium ini.
R1 (config) # interface FastEthernet 0 / 0
R1 (config-if) # ip address 172.16.0.1 255.255.0.0
R1 (config-if) # shutdown tidak
R1 (config-if) # exit
R1 (config) # exit
Langkah 10: Menampilkan informasi tentang antarmuka FastEthernet pada R1
  1. Masukkan perintah interface ditampilkan di R1. Lihat grafik Ringkasan Interface Router.
  2. Daftar setidaknya tiga rincian ditemukan dengan mengeluarkan perintah ini.
  3. Mengapa antarmuka menunjukkan FastEthernet 0 / 0 mengatakan bahwa antarmuka telah menyala?  Jawaban: Kabel dari FastEthernet 0 / 0 melekat untuk beralih, sehingga ada hubungan link yang valid.
Langkah 11: Konfigurasi antarmuka FastEthernet pada R2
Dari mode konfigurasi global, mengkonfigurasi antarmuka Ethernet di R2 Router. Lihat Router  Ringkasan antarmuka grafik pada akhir laboratorium untuk penunjukan yang tepat dari antarmuka Ethernet di  router yang Anda gunakan untuk laboratorium ini.
R2 (config) # interface FastEthernet 0 / 0
R2 (config-if) # ip address 172.18.0.1 255.255.0.0
R2 (config-if) # shutdown tidak
R2 (config-if) # exit
R2 (config) # exit
CATATAN: Ethernet tidak memiliki perbedaan DTE atau DCE, sehingga tidak perlu untuk memasukkan perintah clock rate.
Langkah 12: Menampilkan informasi tentang antarmuka FastEthernet pada R2
  1. Masukkan antarmuka menunjukkan FastEthernet 0 / 0 perintah pada R1. Lihat Interface Router
    Ringkasan chart.
  2. Daftar setidaknya tiga rincian ditemukan dengan mengeluarkan perintah ini.
  3. Mengapa antarmuka menunjukkan FastEthernet 0 / 0 mengatakan bahwa antarmuka telah menyala? Jawaban: Kabel dari FastEthernet 0 / 0 melekat langsung ke NIC PC dengan kabel crossover, sehingga ada  koneksi yang valid link.
Langkah 13: Simpan konfigurasi pada kedua router
Simpan menjalankan konfigurasi untuk konfigurasi startup pada privileged EXEC mode.
R1 # copy running-config startup-config
R2 # copy running-config startup-config
Langkah 14: Periksa konfigurasi router secara keseluruhan
Isu pertunjukan running-config dari privileged EXEC mode pada kedua rute dan memverifikasi semua konfigurasi perintah yang telah Anda masukkan sejauh ini. Perhatikan bahwa perintah ini bisa disingkat sh jalankan.
R1 # show running-config
R2 # show running-config
Langkah 15: Pastikan bahwa koneksi FastEthernet berfungsi
  1. Buka jendela Command Prompt dengan mengklik Start> Run dan ketik cmd. Atau, Anda mungkin
    klik Start> All Program> Accessories> Command Prompt.
  2. Gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas ke antarmuka router FastEthernet masing-masing dari perusahaan terkait PC. Dari PC1, ping interface FastEthernet router R1.
    R1 # ping 172.16.0.1  Apakah pekerjaan ping? _____ Ya
  3. Dari PC1, ping interface FastEthernet router R2.
  4. Jika jawabannya tidak untuk pertanyaan baik, memecahkan masalah konfigurasi router untuk menemukan kesalahan. Kemudian  ping antarmuka lagi sampai jawaban untuk kedua pertanyaan adalah ya.
Langkah 16: (tantangan Opsional) Uji konektivitas
  1. Dari PC1, ping interface FastEthernet R1 router (default gateway).  C: \> ping 172.16.0.1
    Apakah pekerjaan ping? _____ Ya
  2. Dari PC1 prompt perintah, gunakan perintah ping untuk menguji konektivitas end-to-end dari PC1
    (172.16.0.2) ke PC2 (172.18.0.2).  C: \> ping 172.18.0.2  Apakah pekerjaan ping? Tidak _____
  3. Ping dari PC1 ke PC2 tidak bekerja karena R1 router tidak memiliki pengetahuan tentang Ethernet  jaringan pada R2 dan R2 router tidak memiliki pengetahuan tentang jaringan Ethernet di R1. Ping tidak bisa  dari PC1 ke PC2, bahkan jika mereka bisa, mereka tidak bisa kembali.
Langkah 17: (Opsional tantangan) Mengkonfigurasi rute statis dan default
  1. Untuk ping bekerja dari satu PC ke rute, lain sebuah default dan rute statis harus dikonfigurasi
    pada setiap router, atau harus ada protokol routing dinamis yang ditetapkan di antara mereka.
  2. Mengatur rute default pada dua router sebagai berikut:
    R1 (config) # ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.17.0.2
    R2 (config) # ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.17.0.1
  3. Mengatur rute statis pada kedua router sebagai berikut:
    R1 (config) # ip route 172.18.0.0 255.255.0.0 172.17.0.2
    R2 (config) # ip route 172.16.0.0 255.255.0.0 172.17.0.1
  4. Ulangi ping dari Langkah 16. Mereka sekarang harus berhasil.Gunakan perintah show ip route pada setiap router untuk melihat default dan rute statis. R1 (config) # show ip route

Lab 5.3.8 Configuring NAT and DHCP with IOS CLI

Langkah 1: Kabel dan mengkonfigurasi router
  1. Berdasarkan diagram topologi, terhubung PC, switch, dan router menggunakan kabel yang sesuai.
  2. Mengkonfigurasi setiap router dengan parameter berikut: hostname, konsol akses dan password, vty akses dan password, dan enable password rahasia. Jika perlu, lihat Lab 5.3.5, “Konfigurasi Setting Dasar Router dengan IOS CLI, “untuk instruksi pengaturan hostname, password, dan antarmuka alamat.
  3. Mengkonfigurasi antarmuka router dengan alamat IP yang sesuai dan topeng. Pastikan bahwa antarmuka berada dalam kondisi dapat digunakan dan dapat ping antarmuka atau host terhubung langsung.
  4. Mengkonfigurasi router ISP dengan alamat loopback untuk digunakan untuk menguji router pelanggan. The alamat loopback merupakan jaringan jauh.
ISP (config) # interface loopback 0
ISP (config-if) # ip address 209.165.200.1 255.255.255.224
Langkah 2: Konfigurasi default route pada router pelanggan
  1. Pada router pelanggan, mengkonfigurasi default route menunjuk ke ISP. Semua paket yang ditujukan untuk jaringan yang tidak dalam tabel routing pelanggan diteruskan ke router ISP, yang memiliki banyak lebih besar routing tabel dan koneksi ke penyedia layanan Internet lain. Perhatikan bagaimana rute default ini menggunakan tetangga router IP alamat sebagai nomor terakhir. Pelanggan (config) # ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 209.165.200.226
  2. Mengapa default route tidak digunakan pada ISP? Sebuah default route pada router ISP akan menjadi buruk konfigurasi jika itu menunjuk ke arah sebuah lokasi pelanggan. Setiap rute tidak ditemukan di tabel routing ISP yang akan secara otomatis dikirim ke router pelanggan. Tentu saja, router pelanggan tidak akan tahu apa yang harus lakukan dengan paket tersebut dan akan mengirimkan paket ke rute default router pelanggan, yang merupakan  ISP. Sebuah loop routing akan terjadi.
Langkah 3: Konfigurasi dan uji kolam DHCP
  1. Pada router pelanggan, mengkonfigurasi kolam DHCP untuk klien internal.
Pelanggan (config) # ip dhcp dikecualikan-address 192.168.1.1
Pelanggan (config) # ip dhcp pool INTERNAL
Customer (dhcp-config) # jaringan 192.168.1.0 255.255.255.0
Customer (dhcp-config) # domain-name abc-xyz-widgets.inc
Customer (dhcp-config) # default-router 192.168.1.1
  1. Pada PC host pelanggan, klik Start> Control Panel> Network Connections untuk memverifikasi bahwa NIC dikonfigurasi untuk DHCP. Jika perlu perintah, buka prompt dan isu ipconfig / release dan ipconfig / renew perintah.
  2. Pada PC host pelanggan, buka command prompt. Klik Start> Run, lalu ketik cmd dan tekan Enter. Atau, klik Start> All Programs> Accessories> Command Prompt. Masalah ipconfig / perintah semua.
  3. Apa alamat IP dikeluarkan untuk PC?  Jawaban: 192.168.1.2
  4. Apa adalah alamat MAC dari PC host? Jawaban
  5. Dari PC host, ping default gateway (interface Ethernet router). Apakah ping sukses? Jawaban: Ya Troubleshoot yang diperlukan dan tidak melanjutkan sampai ping berhasil.
Langkah 4: Tampilkan DHCP mengikat pada router pelanggan
  1. Untuk melihat alamat IP dan host hardware (MAC) kombinasi alamat yang diberikan oleh server DHCP di router, mengeluarkan perintah show ip dhcp mengikat pada router pelanggan. Pelanggan # show ip dhcp mengikat
  2. Apakah alamat IP dan alamat berita ditampilkan sesuai dengan yang dicatat untuk PC host pada
Langkah 5: Konfigurasi NAT / PAT
  1. Pada router pelanggan, gunakan perintah access-list untuk mengidentifikasi alamat yang perlu
    diterjemahkan. Nomor jaringan dinyatakan, tapi bukannya topeng normal yang biasanya datang berikutnya, wildcard mask digunakan (0.0.0.255).
    Pelanggan (config) # access-list 1 izin 192.168.1.0 0.0.0.255
  2. Pada router pelanggan, menetapkan mana NAT mencari alamat IP yang dibutuhkan untuk menerjemahkan (daftar sumber 1 mengacu untuk mengakses daftar 1 yang baru saja Anda buat). Juga menentukan interface mana yang alamat IP untuk digunakan sebagai
    alamat nyata untuk setiap paket yang datang melalui interface FastEthernet ditakdirkan untuk Serial
    interface.
  3. Terapkan NAT ke antar muka dalam dan luar.
Pelanggan (config) # interface serial 0 / 0
Pelanggan (config-if) # ip nat luar
Pelanggan (config-if) # exit
Pelanggan (config) # interface FastEthernet 0 / 0
Pelanggan (config) # ip nat dalam
Pelanggan (config) # end
Langkah 6: Uji NAT / PAT
  1. Dari command prompt PC host, ping alamat loopback ISP router.
    ping 209.165.200.1
  2. Apakah ping sukses? ________ Ya Jika tidak, melakukan pemecahan masalah yang tepat.
  3. Pada router pelanggan, berikan perintah untuk memverifikasi terjemahan NAT. Pelanggan # show ip nat translation Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
    icmp 209.165.200.225:512 192.168.1.2:512 209.165.200.1:512 209.165.200.1:512
  4. Daftar alamat IP berikut: Apakah global di dalam alamat IP ditampilkan?
Langkah 7: Terjemahan NAT Hapus
  1. Dari perintah host PC pelanggan prompt, membuka sesi telnet ke router ISP. telnet 209.165.200.226 Sesi Telnet akan membuat terjemahan lain pada router pelanggan.
  2. Pada router pelanggan, berikan perintah untuk memverifikasi terjemahan NAT. Pelanggan # show ip nat translation Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
    tcp 209.165.200.225:1297 192.168.1.2:1297 209.165.200.226:23 209.165.200.226:23 Nomor port pada alamat dalamnya mungkin berbeda, karena mereka secara acak
    nomor port sumber.
  3. Tutup jendela perintah pada PC host pelanggan untuk mengakhiri sesi Telnet.
  4. Pada router pelanggan, berikan perintah untuk memverifikasi terjemahan NAT. Pelanggan # show ip nat translation
  5. Apakah terjemahan untuk PC host pelanggan masih aktif pada router pelanggan? Jawaban: ya
Langkah 8: Refleksi
  1. Apa yang akan menjadi keuntungan dari menggunakan metode NAT ditampilkan di lab ini selama konfigurasi statis sebagai ditampilkan dalam kurikulum? Jawaban : bahwa host lebih secara otomatis dapat NAT’ed tanpa harus mengkonfigurasi terjemahan yang statis untuk masing-masing. 
  2. Daftar sebuah instance dari ketika perusahaan tidak mungkin menggunakan NAT / PAT. Jawaban : Mahasiswa pendapat, tetapi salah satu contoh adalah ketika sebuah perusahaan memiliki perangkat yang harus memiliki diterjemahkan IP alamat seperti Web atau server DNS. Menghapus dan reload router

Lab 5.4.2 Powering Up a Switch

Langkah 1: Posisi dan tanah saklar (Opsional)
CATATAN: Langkah ini merupakan opsional dan hanya diperlukan jika saklar itu sedang diatur untuk pertama kalinya. Baca  melalui itu untuk menjadi akrab dengan proses.
  1. Posisi casing beralih untuk memungkinkan aliran udara terbatas untuk chassis pendinginan. Jauhkan minimal 3 inci  (7,6 cm) ruang yang jelas di samping inlet ventilasi pendingin dan exhaust.
  2. Hubungkan sasis ke tanah bumi handal menggunakan terminal cincin dan ukuran 14 AWG (2 mm) kawat  menggunakan langkah-langkah:  CATATAN: instruktur Anda harus memberitahu Anda di mana tanah bumi yang dapat diandalkan.
  1. Strip salah satu ujung kabel tanah untuk mengekspos sekitar 3 / 4 inch (20 mm) konduktor.
  2. Crimp AWG 14 (2 mm) kawat tanah hijau ke Tercatat UL / CSA bersertifikat cincin terminal menggunakan Crimping tool yang direkomendasikan oleh produsen terminal cincin.
  3. Pasang terminal dering ke sasis. Gunakan Nomor 2 obeng Phillips dan sekrup yang
    disertakan dengan terminal cincin dan kencangkan sekrup.
Langkah 2: Hubungkan komputer ke switch
Hubungkan PC ke switch Cisco 2960 menggunakan RJ-45-to-DB-9 konektor kabel konsol, seperti ditunjukkan pada  gambar di bawah. Untuk melihat pesan startup switch, hubungkan PC ke saklar, power up PC  dan memulai program emulasi terminal sebelum powering saklar.  PERHATIAN: Untuk menjamin pendinginan yang memadai, tidak pernah mengoperasikan saklar kecuali penutup terpasang.
Langkah 3: Konfigurasi program emulasi terminal PC
  1. Load program emulasi terminal pada PC.
  2. Pilih port COM yang sesuai dengan port mana RJ-45-to-DB-9 konektor dihubungkan ke PC.  Port COM biasanya COM1 atau COM2.
  3. Mengkonfigurasi parameter emulasi terminal sebagai berikut:
  • 9600 baud
  • 8 bit data
  • tidak ada paritas
  • 1 stop bit
  • tidak memiliki kontrol aliran dan paritas tidak
Langkah 4: Power switch
  1. Hubungkan kabel daya ke switch Cisco 2960 dan ke outlet listrik untuk menyalakan mengaktifkan.  2960 saklar tidak memiliki tombol daya, tetapi switch lain mungkin memiliki satu.  Sebagai kekuatan menghidupkan, kekuatan-on self-test (POST) dimulai. POST adalah serangkaian tes yang menjalankan  secara otomatis untuk memastikan bahwa saklar berfungsi dengan benar. PASCA berlangsung sekitar 1 menit.  Ketika saklar dimulai POST, Sistem, Status, Duplex, dan LED Speed menjadi hijau. The  Sistem LED berkedip hijau, dan LED lainnya tetap hijau.
  2. Amati pesan startup seperti yang ditampilkan dalam jendela emulasi terminal program. Sementara  pesan ini muncul, jangan tekan sembarang tombol pada keyboard. Menekan tombol mengganggu  switch proses startup. Beberapa contoh yang ditampilkan pesan startup jumlah flash  memori yang terpasang dan Cisco IOS versi software komputer menggunakan. Dapatkah Anda menemukan ini  contoh startup pesan dalam gambar berikut?  Gambar ini menunjukkan bahwa ada 64 KB memori flash dipasang di saklar, dan bahwa IOS Cisco  versi perangkat lunak 12.2 (25) SEE2. Pesan Startup dihasilkan oleh sistem operasi dari  switch. Pesan bervariasi tergantung pada perangkat lunak yang diinstal di saklar. Pesan-pesan ini dapat  gulir dengan cepat dan dapat mengambil beberapa menit untuk berhenti.  Ketika POST selesai dengan sukses, LED System tetap hijau. LED lainnya mematikan  dan kemudian mencerminkan status pengoperasian switch.
  3. Ketika saklar selesai memulai, pesan sistem berikut akan muncul di terminal  jendela emulasi:
    Apakah Anda ingin memasukkan dialog konfigurasi awal? [Ya / tidak]:  Catatan: Jika pesan di atas tidak muncul, aktifkan mungkin telah dikonfigurasi sebelumnya dan  perlu dikembalikan ke setelan default pabrik sesuai dengan prosedur yang diuraikan pada akhir  laboratorium ini.
  4. Sekarang giliran saklar off dengan mencabut kabel listrik dari saklar.
Langkah 5: Mengatasi masalah switch tidak bekerja
Jika saklar gagal POST, LED System amber putaran. Jika saklar Anda gagal POST, cabut saklar dan  memberitahu instruktur Anda.
Langkah 6: Refleksi
  1. Yang LED menunjukkan setelah POST selesai dengan sukses dan apa warna melakukannya menunjukkan? Jawaban : Sistem LED hijau solid
  2. Berapa jumlah minimum ruang yang dibutuhkan sekitar 2960 lubang ventilasi saklar Cisco?
    Jawaban : 3 inci (7,6 cm)
  3. Ketika Cisco 2960 saklar selesai memulai untuk pertama kalinya, apa tugas Anda diminta untuk
    melakukan? Jawaban : Anda diminta untuk melakukan konfigurasi awal dari saklar

Lab 5.4.4 Configuring the Cisco 2960 Switch

Langkah 1: Hubungkan host ke saklar dan mengkonfigurasinya.
  1. Hubungkan Host-A ke Fast Ethernet port switch Fa0 / 1, dan terhubung Host-B untuk Fa0 port / 4. Mengkonfigurasi  host untuk menggunakan subnet IP yang sama untuk alamat dan topeng sebagai di saklar, seperti yang ditunjukkan dalam topologi  diagram di atas.
  2. JANGAN terhubung Host-C untuk saklar belum.
Langkah 2: Hubungkan router ke saklar dan mengkonfigurasi router.
CATATAN: Jika perlu, lihat Lab 5.3.5, “Konfigurasi Pengaturan Dasar Router dengan IOS CLI,” untuk petunjuk tentang pengaturan hostname, password, dan alamat interface.
  1. Hubungkan router ke Fast Ethernet port switch Fa0 / 3.
  2. Konfigurasi router dengan nama host dari CustomerRouter.
  3. Mengkonfigurasi akses konsol dan password, akses vty dan password, dan memungkinkan sandi rahasia.
  4. Mengkonfigurasi router Fa0 / 0 antarmuka seperti ditunjukkan dalam diagram topologi di atas.
Langkah 3: Melakukan konfigurasi awal pada saklar.
  1. Konfigurasikan nama host dari saklar secara CustomerSwitch:
Switch # Config Terminal
Switch (config) # hostname CustomerSwitch
  1. Mengatur mode privilege exec untuk cisco password:
CustomerSwitch (config) # mengaktifkan password cisco
  1. Mengatur sandi mode privilege exec rahasia untuk cisco123:
CustomerSwitch (config) # mengaktifkan cisco123 rahasia
  1. Mengatur konsol password untuk cisco123:
CustomerSwitch (config) # line console 0
CustomerSwitch (config-line) # password cisco123
  1. Mengkonfigurasi konsol line untuk membutuhkan password saat login:
CustomerSwitch (config-line) # login
  1. Mengatur vty password untuk cisco123:
CustomerSwitch (config-line) # line vty 0 15
CustomerSwitch (config-line) # password cisco123
  1. Mengkonfigurasi vty untuk membutuhkan password saat login:
CustomerSwitch (config-line) # login
CustomerSwitch (config-line) # end
Langkah 4: Konfigurasi antarmuka manajemen pada VLAN 1.
  1. Masukkan modus konfigurasi global. Ingatlah untuk menggunakan password yang baru.
    CustomerSwitch> mengaktifkan
CustomerSwitch # configure terminal
  1. Masukkan modus konfigurasi antarmuka untuk VLAN 1:
CustomerSwitch (config) # interface VLAN 1
  1. Set alamat IP, subnet mask, dan gateway default untuk antarmuka manajemen. Alamat IP  harus valid untuk jaringan lokal di mana saklar itu diinstall.
CustomerSwitch (config-if) # ip address 192.168.1.5 255.255.255.0
CustomerSwitch (config-if) # exit
CustomerSwitch (config) # ip default-gateway 192.168.1.1
CustomerSwitch (config) # end
Langkah 5: Pastikan konfigurasi switch.
  1. Pastikan bahwa alamat IP dari antarmuka manajemen di saklar VLAN 1 dan alamat IP  Host-A berada pada jaringan lokal yang sama. Gunakan perintah show running-konfigurasi untuk memeriksa. Simpan konfigurasi menggunakan perintah berikut:
  2. CustomerSwitch # copy running-konfigurasi-konfigurasi startup
Langkah 6: Verifikasi konektivitas menggunakan ping dan Telnet.
  1. Untuk memastikan bahwa saklar dan router dikonfigurasi dengan benar, ping Fa0 router / 0 interface (default  gateway) alamat IP dari CLI Switch.
  2. Apakah ping sukses? Jawaban :  Ya
  3. Untuk memverifikasi bahwa host dan beralih dengan benar dikonfigurasi, ping alamat IP beralih dari Host-A.
  4. Apakah ping sukses? Jawaban : Ya
  5. Jika ping tidak berhasil, memverifikasi koneksi dan konfigurasi lagi. Periksa untuk memastikan bahwa semua  kabel benar dan bahwa koneksi duduk. Periksa host, saklar dan konfigurasi router.
  6. Buka command prompt di host-A, dan masukkan perintah telnet diikuti dengan alamat IP ditugaskan untuk beralih manajemen VLAN 1.
  7. Masukkan kata sandi vty dikonfigurasi pada Langkah 3. Apa hasilnya?  Berasal remote IP akses ke  switch CLI.
  8. Pada switch prompt, lakukan perintah show version.
  9. Apakah Cisco IOS versi switch ini? Jawaban : bervariasi (misalnya  12.2 (25) FX dalam contoh ini)
  10. Ketik berhenti di perintah switch prompt untuk mengakhiri sesi Telnet.
Langkah 7: Menentukan alamat MAC bahwa saklar telah dipelajari.
  1. Dari command prompt Windows, menentukan Layer 2 alamat dari interface jaringan PC  kartu untuk masing-masing host dengan menggunakan ipconfig / perintah semua.
Host-A: Jawaban bervariasi
Host-B: Jawaban bervariasi
Host-C: Jawaban bervariasi
  1. Menentukan alamat MAC switch telah belajar dengan menggunakan show mac-address-table perintah pada mode privileged exec prompt:
  2. Berapa banyak alamat dinamis yang ada? Jawaban : Tiga (Host-A, Host-B  dan router)
  3. Apakah alamat MAC cocok dengan host alamat MAC? Mereka harus
  4. Review pilihan yang perintah mac-address-table telah dengan menggunakan? Opsi:
  5. Mengatur alamat MAC statis pada interface Fast Ethernet 0 / 4. Gunakan alamat yang tercatat
Langkah 8: Konfigurasi keamanan pelabuhan dasar.
  1. Tentukan pilihan untuk pengaturan keamanan port pada interface Fast Ethernet 0 / 4.
Langkah 9: Hubungkan PC yang berbeda ke port switch aman.
  1. Putus Host-B dari FastEthernet 0 / 4 dan terhubung Host-C untuk pelabuhan. Host-C belum melekat pada switch. Ping alamat beralih 192.168.1.5 untuk menghasilkan beberapa lalu lintas.
  2. Merekam setiap pengamatan di PC dan sesi terminal switch.
Langkah 10: Mengaktifkan kembali pelabuhan.
Jika suatu pelanggaran keamanan terjadi dan port tersebut ditutup, gunakan tidak ada perintah shutdown untuk mengaktifkan  itu.  CustomerSwitch (config) # interface FastEthernet 0 / 4  CustomerSwitch (config-if) # shutdown tidak
Langkah 11: Mengatur kecepatan dan duplex pilihan untuk port.
  1. Port switch pengaturan default untuk Auto-dupleks dan Auto-kecepatan. Jika sebuah computer dengan 100 Mbps NIC adalah  terpasang ke pelabuhan, secara otomatis masuk ke full-duplex mode 100 Mbps. Jika hub melekat ke  port switch, biasanya masuk ke half-duplex mode 10 Mbps.
  2. Isu menunjukkan antarmuka perintah untuk melihat pengaturan untuk Fa0 port / 1 dan Fa0 / 5. Perintah ini
    menghasilkan sejumlah besar output. Tekan Space bar sampai Anda dapat melihat semua informasi untuk port ini. Apa pengaturan dupleks dan kecepatan port ini?
Port Fa0 / 2 Full-duplex, 100 Mbps
Port Fa0 / 4 Full-duplex, 100 Mbps
Port Fa0 / 5 Auto-duplex, Auto-speed
c.     Hal ini kadang-kadang diperlukan untuk mengatur kecepatan dan duplex pelabuhan untuk memastikan bahwa ia beroperasi dalam  modus tertentu. Anda dapat mengatur kecepatan dan duplex dengan dupleks dan perintah kecepatan sementara di
mode konfigurasi interface. Untuk memaksa Fast Ethernet 5 port untuk beroperasi pada setengah dupleks dan 10 Mbps,  menjalankan perintah berikut:
Langkah 12: Keluar saklar.
  1. Ketik exit untuk meninggalkan saklar dan kembali ke layar pembuka:  Switch # exit
  2. Setelah langkah ini selesai mematikan semua perangkat. Para menghapus dan menyimpan kabel dan adaptor.
Langkah 13: Refleksi.
  1. Password yang harus dimasukkan untuk beralih dari mode user ke mode privilege exec di Cisco
    switch, dan mengapa?  Jawaban : Password rahasia cisco123 perlu dimasukkan. Ketika sebuah password rahasia didefinisikan, password biasa dinonaktifkan.
  2. Simbol yang digunakan untuk menunjukkan ping sukses dalam perangkat lunak IOS Cisco?  Itu! Jawaban : (Tanda seru) merupakan respon ping sukses.
  3. Apa keuntungan menggunakan keamanan pelabuhan? Jawaban : Kontrol berapa banyak dan PC yang dapat dilampirkan ke port switch.
  4. Apa langkah-langkah keamanan pelabuhan lain yang terkait dapat diambil untuk lebih meningkatkan keamanan switch?  Jawaban : menonaktifkan port yang tidak terpakai.